Minggu, 21 Maret 2021

Basis Dan Pendekatan Dakwah Multikultural

 

Dalam bahasa Indonesia, “dakwah” diartikan sebagai upaya membangun masyarakat dengan kondisi yang beragam, agama, kepercayaan, suku dan budaya yang beragam. Oleh karena itu, sebagai multi budaya dengan berbagai agama dan kepercayaan, kerukunan dan toleransi yang ditegakkan itu mahal, dan sangat penting untuk persatuan dan kesatuan bangsa. Perselisihan antar kelompok agama yang berbeda dapat menimbulkan konflik dan ketidaksepakatan dan pada akhirnya merugikan minoritas. Dalam konteks multikulturalisme Indonesia, situasi ini tentunya membutuhkan strategi dakwah yang khusus.

Motivasi ilmiah Islam memahami semangat dakwah untuk menyampaikan pesan suci dan luhur yang bersumber dari ajaran agama. Dalam kehidupan bermasyarakat, dakwah telah menjadi bagian dari kehidupan dan gerak dinamis, yang membutuhkan jiwa luhur baik lahir maupun batin. Inti dakwah setidaknya mencakup dua hal. Mengundang kebaikan dan mencegah kejahatan atau pengkhianatan (amar ma'ruf nahi munkar). Pada hakikatnya dakwah adalah pendidikan masyarakat, dan pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan cita-cita pendidikan nasional. Tujuan yang ditetapkan oleh pendidikan nasional ini memandang moral agama sebagai bagian penting dari proses dakwah.

Sasaran dakwah adalah mereka yang membutuhkan hiburan. Ketika pemandu berisi unsur hiburan, mereka akan menerima pesan. Dengan cara ini dakwah menjadi semacam informasi yang menarik. Dai sepertinya seorang penampil panggung, demi kepuasan penonton, ia harus pandai berimprovisasi. Ini hanyalah salah satu contoh komunitas dimana kegiatan dakwah menghadapi perbedaan budaya, hobi, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi dan perbedaan lainnya.

Dalam menyampaikan ajaran agama, dakwah tidak harus menjaga jarak dengan budaya lokal. Perlunya memperlakukan berbagai budaya dalam masyarakat secara adil sebagai titik awal sosialisasi ajaran agama. Sejak Islam masuk ke Indonesia, Islam telah lama menjadi metode dakwah melalui kombinasi pedoman dan kacamata. Misalnya pada masyarakat Jawa, peran Sunan Kalijaga sudah tidak asing lagi dengan penggunaan media kesenian wayang sebagai media dakwah. Jenis seni ini merupakan alat penting sarana budaya.

Sebagai objek multikulturalisme yang kompleks, konsekuensinya juga memerlukan langkah dan strategi yang kompleks. Dimanapun Dawa berada dan melalui Madia manapun, tujuannya adalah untuk menyeimbangkan perkembangan masyarakat dan budaya sekuler yang murni dikomersialkan. Meski masih perlu diperdalam lebih jauh, karena tidak mungkin memahami langsung dampak kegiatan dakwah, betapa beratnya bobotnya. Namun, setidaknya jika dipadukan dengan kegiatan lain (seperti kegiatan di bidang bisnis) dan inovasi di bidang pendidikan, dapat tetap sinkron pada saat yang bersamaan. Berdasarkan argumen ini, dakwah multikulturalisme membutuhkan sinergi antara ormas Islam, ormas Islam, dan ormas di bawah pemerintahan, dan hal-hal berikut ini perlu diperhatikan:

1.      Masyarakat multikultural adalah tujuan Dakwah, yang harus dimaknai sebagai kesediaan untuk menerima perbedaan dari kelompok lain.

 

2.     Kelompok pemeluk agama yang berbeda dalam masyarakat dapat melindungi diri dan tidak melakukan dakwah agama. Di sisi lain, masyarakat ingin mereka mencari titik temu sehingga tidak membuka peluang konflik antar agama.

 

3.      Lembaga Dakwah sangat penting dalam memperkuat masyarakat multidisiplin. Sebagai lembaga kemasyarakatan, Lembaga Dakwah perlu meningkatkan kemampuannya dalam menyelenggarakan olahraga guna mengembangkan potensi yang besar untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta membangun kreativitas dan rekayasa sosial.

 

4.      Kepatuhan terhadap hukum juga diartikan sebagai kepatuhan terhadap nilai-nilai yang telah ditetapkan bersama, yang bertumpu pada ajaran agama, tradisi, dan hasil dari proses adaptasi dan integrasi antar budaya. Hubungan yang harmonis antar individu dan antar kelompok agama yang berbeda serta antar latar belakang budaya dan ras yang berbeda harus dijaga dengan baik, tanpa merasa terpaksa atau dipaksa oleh partai politik lain.

Minggu, 14 Maret 2021

Definisi dan Ruang Lingkup Dakwah Multikultural

 

Husen (B01219018)

BAB I

LATAR BELAKANG

            Islam masuk ke Indonesia diperkirakan pada abad ke 12. Sebelum Islam masuk ke Indonesia di Nusantara ini sudah ada beberapa agama antara lain Hindu, Budha dan agama asli Nusantara yang mungkin masih dekat dengan Animisme dan Dinamisme. Islam di Indonesia tidak sama dengan di negara-negara arab sana. Hal tersebut dikarenakan sudah terjadi nilai-nilai akulturasi ajaran islam dengan nilai-nilai budaya lokal yang ada di indonesia. Oleh karena itu perlu pengkonsepan strategi dakwah agar mudah diterima oleh semua kalangan baik ras, suku, dll.

            Pada sekitar abad ke-14 islam disebarkan oleh Walisongo. Mereka adalah tokoh islam yang sangat terkenal dan dihormati ditanah pulau jawa. Para Wali Songo adalah pembaharu masyarakat pada masanya. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari kesehatan, bercocok tanam, kebudayaan, dagang, kesenian hingga ke pemerintah.

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Definisi

1.      Makna kata dakwah secara istilah menurut beberapa ahli adalah: a. Menurut Thoha Yahya Omar. Dakwah, mengajak manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan didunia dan akherat. b. Menurut Aboebakar Atjeh. Dakwah adalah perintah mengajak seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik[1]. Perintah dakwah telah diperintahkan allah dalam Q.S Al-Imran : 104

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

”Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

2.      Multikultural

            Multikultural adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pandangan seseorang tentang berbagai kehidupan di bumi, atau kebijakan yang menekankan penerimaan keragaman budaya, dan berbagai budaya nilai-nilai (multikultural) masyarakat, sistem, budaya, adat istiadat, dan politik yang mereka pegang.[2] Jadi, yang dimaksud dengan Dakwah Multikultural adalah aktifitas menyeru kepada jalan Allah melalui usaha-usaha mengetahui karakter budaya suatu masyarakat sebagai kunci utama untuk memberikan pemahaman dan mengembangkan dakwah agar dapat tersampaikan dengan tetap terpeliharanya situasi damai.[3]

3.      Komunikasi Lintas Budaya

Komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang berbeda budaya. Ketika komunikasi tersebut terjadi antara orang-orang berbeda bangsa(international), antaretnik(interethnical), kelompok ras(interracial), atau komunikasi bahasa(intercommunal), disebut komunikasi lintas budaya.

Komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang berbeda budaya. Ketika komunikasi tersebut terjadi antara orang-orang berbeda bangsa(international), antaretnik(interethnical), kelompok ras(interracial), atau komunikasi bahasa(intercommunal), disebut komunikasi lintas budaya.

Komunikasi Lintas Budaya dalam pengertian yang lebih luas lagi, merupakan pertukaran pesan yang disampaikan secara lisan, tertulis, bahkan secara imajiner antara dua orang yang berbeda latar belakang budaya[4].

 

 

B.     Ruang Lingkup

Komunikasi merupakan kebutuhan dasar seseorang yang hidup dalam masyarakat, tanpa komunikasi masyarakat tidak dapat terbentuk, sebaliknya komunikasi manusia tidak dapat berkembang tanpa adanya masyarakat. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam kehidupan manusia, kita selalu berinteraksi satu sama lain dan dengan lingkungan. Manusia memiliki kelompok besar dan kelompok kecil. Budaya adalah konsep yang membangkitkan minat. Budaya secara resmi didefinisikan sebagai urutan pengetahuan, pengalaman, keyakinan, nilai, sikap, dan makna, dan diturunkan dari generasi ke generasi melalui upaya individu dan kolektif. Dibutuhkan komunikasi untuk membuat satu budaya bertemu dengan budaya lain.

C.    Kesimpulan

Dakwah multikultural mengajak manusia untuk mengikuti jalan Tuhan dengan tidak menghilangkan budaya yang sudah ada sebelumnya, karena budaya sangat erat kaitannya dengan tubuh setiap orang, sehingga pertukaran antar budaya menciptakan rasa aman dan toleransi yang indah.



[1] M Ali Aziz, Ilmu Dakwah.Edisi Revisi, (Jakarta : Kencana, 2009), h. 13

[2] Diakses pada tanggal 14 maret 2021 https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-multikultural/

[3] Acep, Aripudin. Dakwah Antarbudaya.(Bandung : Rosda Karya : 2012) h.19

[4] Mohammad Shoelhi,Komunikasi Lintas Budaya, (Bandung: Simbiosa Rektama Media, 2015),  hlm.2.

DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

  SMALL BOOK DAKWAH MULTI KULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Oleh : Husen   DAFTAR ISI Definisi dan Ruang Lingkup Dakwah Multik...