Husen
(B01219018)
BAB I
LATAR BELAKANG
Islam masuk ke
Indonesia diperkirakan pada abad ke 12. Sebelum Islam masuk ke Indonesia di
Nusantara ini sudah ada beberapa agama antara lain Hindu, Budha dan agama asli
Nusantara yang mungkin masih dekat dengan Animisme dan Dinamisme. Islam
di Indonesia tidak sama dengan di negara-negara arab sana. Hal tersebut
dikarenakan sudah terjadi nilai-nilai akulturasi ajaran islam dengan
nilai-nilai budaya lokal yang ada di indonesia. Oleh karena itu perlu
pengkonsepan strategi dakwah agar mudah diterima oleh semua kalangan baik ras,
suku, dll.
Pada sekitar abad ke-14 islam disebarkan oleh Walisongo. Mereka
adalah tokoh islam yang sangat terkenal dan dihormati ditanah pulau jawa. Para Wali Songo adalah pembaharu masyarakat pada
masanya. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban
baru masyarakat Jawa, mulai dari kesehatan, bercocok tanam, kebudayaan, dagang, kesenian hingga ke
pemerintah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
1.
Makna kata
dakwah secara istilah menurut beberapa ahli adalah: a. Menurut Thoha Yahya
Omar. Dakwah, mengajak manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar
sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan didunia dan
akherat. b. Menurut Aboebakar Atjeh. Dakwah adalah perintah mengajak seruan
kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar
dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik[1].
Perintah dakwah telah diperintahkan allah dalam Q.S Al-Imran : 104
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ
وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ
هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
”Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan
orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan
mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
2. Multikultural
Multikultural adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pandangan seseorang tentang berbagai kehidupan di bumi, atau kebijakan yang menekankan penerimaan keragaman budaya, dan berbagai budaya nilai-nilai (multikultural) masyarakat, sistem, budaya, adat istiadat, dan politik yang mereka pegang.[2] Jadi, yang dimaksud dengan Dakwah Multikultural adalah aktifitas menyeru kepada jalan Allah melalui usaha-usaha mengetahui karakter budaya suatu masyarakat sebagai kunci utama untuk memberikan pemahaman dan mengembangkan dakwah agar dapat tersampaikan dengan tetap terpeliharanya situasi damai.[3]
3.
Komunikasi Lintas Budaya
Komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran pikiran dan
makna antara orang-orang yang berbeda budaya. Ketika komunikasi tersebut
terjadi antara orang-orang berbeda bangsa(international),
antaretnik(interethnical), kelompok ras(interracial), atau komunikasi
bahasa(intercommunal), disebut komunikasi lintas budaya.
Komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran pikiran dan
makna antara orang-orang yang berbeda budaya. Ketika komunikasi tersebut
terjadi antara orang-orang berbeda bangsa(international),
antaretnik(interethnical), kelompok ras(interracial), atau komunikasi
bahasa(intercommunal), disebut komunikasi lintas budaya.
Komunikasi Lintas Budaya dalam pengertian yang lebih luas
lagi, merupakan pertukaran pesan yang disampaikan secara lisan, tertulis,
bahkan secara imajiner antara dua orang yang berbeda latar belakang budaya[4].
B. Ruang Lingkup
Komunikasi merupakan kebutuhan dasar
seseorang yang hidup dalam masyarakat, tanpa komunikasi masyarakat tidak dapat
terbentuk, sebaliknya komunikasi manusia tidak dapat berkembang tanpa adanya
masyarakat. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam
kehidupan manusia, kita selalu berinteraksi satu sama lain dan dengan
lingkungan. Manusia memiliki kelompok besar dan kelompok kecil. Budaya adalah
konsep yang membangkitkan minat. Budaya secara resmi didefinisikan sebagai
urutan pengetahuan, pengalaman, keyakinan, nilai, sikap, dan makna, dan
diturunkan dari generasi ke generasi melalui upaya individu dan kolektif.
Dibutuhkan komunikasi untuk membuat satu budaya bertemu dengan budaya lain.
C. Kesimpulan
Dakwah multikultural mengajak manusia
untuk mengikuti jalan Tuhan dengan tidak menghilangkan budaya yang sudah ada
sebelumnya, karena budaya sangat erat kaitannya dengan tubuh setiap orang,
sehingga pertukaran antar budaya menciptakan rasa aman dan toleransi yang indah.
[1] M Ali Aziz, Ilmu Dakwah.Edisi Revisi,
(Jakarta : Kencana, 2009), h. 13
[2] Diakses pada
tanggal 14 maret 2021 https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-multikultural/
[3] Acep, Aripudin. Dakwah Antarbudaya.(Bandung : Rosda Karya :
2012) h.19
[4] Mohammad
Shoelhi,Komunikasi Lintas Budaya, (Bandung: Simbiosa Rektama Media, 2015), hlm.2.
Alhamdulilllahhh bisa menambah wawasannn, dan semogaaa bermanfaattt��
BalasHapus