Hambatan
semantik atau bahasa. Hambatan bahasa menjadi kendala utama, karena bahasa
merupakan alat komunikasi utama. Ketika disampaikan melalui bahasa, pikiran,
pikiran dan perasaan dapat dipahami. Bahasa biasanya dibagi menjadi dua ciri,
yaitu bahasa lisan dan bahasa nonverbal. Bahasa sebagai jembatan antar individu
dipelajari dalam konteks. Fokus penelitian bahasa selalu berkaitan dengan
perbedaan budaya (golongan, ras, suku, norma, nilai, agama).[1]
Cara
manusia menggunakan bahasa sebagai media komunikasi sangat bermacam-macam
antara suatu budaya dengan budaya lain, bahkan dalam satu budaya sekalipun.
Salah satu aspek penting yang berpengaruh dalam komunikasi adalah pemakaian
bahasa non verbal.
Sikap
Etnosentresme. Konsep ini mewakili suatu pengertian bahwa setiap kelompok etnik
atau ras mempunyai semangat dan iodeologi untuk menyatakan bahwa kelompoknya
lebih superior dari pada kelompok etnis atau ras yang lain. Akibat ideologi ini
maka setiap entik atau ras akan memiliki sikap etnosentrisme atau rasisme yang
tinggi.[2] Sikap etnosentresme dan
rasisme itu berbentuk prasangka, streotip, diskriminasi dan jarak sosial
terhadap kelompok lain.
Prasangka
merupakan salah satu hambatan atau hambatan utama dalam kegiatan komunikasi,
karena orang berprasangka tidak dapat menerima komunikator yang meragukan dan
menentang inisiasi komunikasi. Dalam prasangka, emosi memaksa kita untuk
menarik kesimpulan berdasarkan asumsi alih-alih menggunakan pikiran dan
pendapat kita pada fakta nyata. Karena itu, begitu prasangka terselubung, orang
tidak akan bisa berpikir secara objektif, dan semua yang mereka lihat akan
disangkal.[3]
Stereotip.
“Stereotip adalah pandangan umum dari suatu kelompok masyarakat lain. Pandangan
umum ini biasanya bersifat negatif. Stereotip biasanya merupakan refrensi
pertama (penilaian umum) ketika seseorang atau kelompok melihat orang atau
kelompok lain”.[4]
Diskriminasi
diartikan sebagai tindakan yang berbeda dan kurang bersahabat dari kelompok
dominan atau para anggotanya terhadap kelompok subordinasinya dalam artian ras
atau etnis.[5]
Diskriminasi mengarah pada tindakan tertentu.Perilaku diskriminatif biasanya
dilakukan oleh orang-orang dengan prasangka yang sangat kuat karena tekanan
tertentu, seperti tekanan budaya, adat istiadat, kebiasaan, atau hukum. Menurut
Zastro, diskriminasi merupakan faktor yang melemahkan kerjasama atau komunikasi
manusia di antara peserta komunikasi.[6]
[1] Andik
Purwasito, Komunikasi Multikultural, (Surakarta: Muhammadiyah University Press,
2003) hlm 176-177.
[2] Alo
Liliweri, Makna Budaya dalam… hlm. 15
[3] Alo,
LIliweri, Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultural
(Yogyakarta: PT LKiS, 2005), hlm. 199.
[4] Andik
Purwasito, Komunikasi…hlm. 228.
[5] Alo,
LIliweri, Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat
Multikultural (Yogyakarta: PT LKiS, 2005), hlm. 21
[6] Ibid hlm
218
Tidak ada komentar:
Posting Komentar