Sabtu, 12 Juni 2021

Hambatan Komunikasi Lintas Budaya Dalam Dakwah Multikultural Moderen

 

Hambatan semantik atau bahasa. Hambatan bahasa menjadi kendala utama, karena bahasa merupakan alat komunikasi utama. Ketika disampaikan melalui bahasa, pikiran, pikiran dan perasaan dapat dipahami. Bahasa biasanya dibagi menjadi dua ciri, yaitu bahasa lisan dan bahasa nonverbal. Bahasa sebagai jembatan antar individu dipelajari dalam konteks. Fokus penelitian bahasa selalu berkaitan dengan perbedaan budaya (golongan, ras, suku, norma, nilai, agama).[1]

Cara manusia menggunakan bahasa sebagai media komunikasi sangat bermacam-macam antara suatu budaya dengan budaya lain, bahkan dalam satu budaya sekalipun. Salah satu aspek penting yang berpengaruh dalam komunikasi adalah pemakaian bahasa non verbal.

Sikap Etnosentresme. Konsep ini mewakili suatu pengertian bahwa setiap kelompok etnik atau ras mempunyai semangat dan iodeologi untuk menyatakan bahwa kelompoknya lebih superior dari pada kelompok etnis atau ras yang lain. Akibat ideologi ini maka setiap entik atau ras akan memiliki sikap etnosentrisme atau rasisme yang tinggi.[2] Sikap etnosentresme dan rasisme itu berbentuk prasangka, streotip, diskriminasi dan jarak sosial terhadap kelompok lain.

Prasangka merupakan salah satu hambatan atau hambatan utama dalam kegiatan komunikasi, karena orang berprasangka tidak dapat menerima komunikator yang meragukan dan menentang inisiasi komunikasi. Dalam prasangka, emosi memaksa kita untuk menarik kesimpulan berdasarkan asumsi alih-alih menggunakan pikiran dan pendapat kita pada fakta nyata. Karena itu, begitu prasangka terselubung, orang tidak akan bisa berpikir secara objektif, dan semua yang mereka lihat akan disangkal.[3]

Stereotip. “Stereotip adalah pandangan umum dari suatu kelompok masyarakat lain. Pandangan umum ini biasanya bersifat negatif. Stereotip biasanya merupakan refrensi pertama (penilaian umum) ketika seseorang atau kelompok melihat orang atau kelompok lain”.[4]

Diskriminasi diartikan sebagai tindakan yang berbeda dan kurang bersahabat dari kelompok dominan atau para anggotanya terhadap kelompok subordinasinya dalam artian ras atau etnis.[5] Diskriminasi mengarah pada tindakan tertentu.Perilaku diskriminatif biasanya dilakukan oleh orang-orang dengan prasangka yang sangat kuat karena tekanan tertentu, seperti tekanan budaya, adat istiadat, kebiasaan, atau hukum. Menurut Zastro, diskriminasi merupakan faktor yang melemahkan kerjasama atau komunikasi manusia di antara peserta komunikasi.[6]

 



[1] Andik Purwasito, Komunikasi Multikultural, (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2003) hlm 176-177.

[2] Alo Liliweri, Makna Budaya dalam… hlm. 15

[3] Alo, LIliweri, Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultural (Yogyakarta: PT LKiS, 2005), hlm. 199.

[4] Andik Purwasito, Komunikasi…hlm. 228.

[5] Alo, LIliweri, Prasangka & Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultural (Yogyakarta: PT LKiS, 2005), hlm. 21

[6] Ibid hlm 218

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

  SMALL BOOK DAKWAH MULTI KULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Oleh : Husen   DAFTAR ISI Definisi dan Ruang Lingkup Dakwah Multik...